Polisi.. butuhkah kita?

polantas

POLANTAS, sebaiknya diganti POLANTAH = Polisi Lalu Lintah. Adalah polisi yang berkepribadian Lintah, Mengisap darah. Tapi sehaus-hausnya lintah tidak akan menghisap darah saudaranya sesama lintah. What??!! artinya untuk disamakan dengan Lintahpun Polantas masih lebih bermartabat si Lintah. masya Allah..

Setiap kali melihat mereka dijalan raya. menyetop kenderaan kita sambil berlagak bak seorang yang sopan dan profesional, mengangkat tangan sebagai tanda penghormatan bagi calon mangsa. Dengan trik ini kita diajak kompromi dengan mindset yang mereka punya, bahwa kita cukup mudah untuk diperbodoh.
Sempat saya berpikir “semiskin itukah polisi kita??” miskin uang juga hati. gak peduli petani pun dimangsanya. apakah benar gaji mereka dibawah minimum?? ternyata tidak. untuk pangkat terendah lulusan SMA saja mereka digaji berkisar 2juta/bulan. bandingkan dengan para mangsa mereka, petani yang seharian bekerja disawah yang mungkin bukan sawahnya sendiri, bekerja diteriknya matahari bermandi lumpur untuk menghidupi keluarganya yang mungkin anaknya banyak, harus menunggu hasil panennya setelah 3 bulan itupun masih diliputi cemas akankah panennya sukses atau setidaknya tidak diserang hama.
polisi-gendut Polisi Si Raja Tega.
Inikah Polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat? Inikah Polisi yang seharusnya menjaga Hukum tetap tegak adanya?. Ternyata itu isapan jempol belaka, Polisi menjadi inversi dari semua misi yang seharusnya mereka jalankan. Merekalah yang menjual hukum, mereka jugalah yang menganiaya rakyat. Merekalah yang memberimakan perutnya sendiri dengan keringat saudaranya. Korupsi yang terang2an dan pembelokan hukum sekena hatinya sendiri.
Berubahlah Polisi, Sadarlah kalian.. atau kalian akan selalu makan sumpah serapah kami di jalan raya, dimanapun kalian berhasil menjadikan kami mangsamu yang empuk karena tipu dayamu.

Advertisements

~ by airkeruh on October 23, 2008.

21 Responses to “Polisi.. butuhkah kita?”

  1. pengalaman ya mas… hahahahaha
    jangan sentimen gitu donk!! 😀

  2. enman benar polisi karang ngak pnya hati mending orng gila msh pnya ati, plisi karng kl lht kita bagaikan uang yg berjalan, pdahal kan di agma di anjurkan sesama manusia harus saling tolong menolong bkn mlh njalok duwek emang tu nyokap u to pie

  3. Lanjut terus tulisannya mas…
    Bagus koq, transparans…
    Saya suka baca tulisan ini…

  4. coba ngaca dulu ….dah tertib lalaulintas lummmmmm
    kalu blum wjar lah jadi mnagsa,, toh polisi2 tersebut ga akan nyetopin kendaraan yang aman dan tertib qo huhuh

    • kata siapa? haha.. tertib ato gak tetap aja disetop dulu. kalo dah kesusahan cari celah calon mangsa dengan sangat berat hati baru dilepas.. Apapun bisa dijadikan celah selagi bisa walaupun tidak jelas dasar hukumnya. Ban botak-lah.. gak lengkap kunci-lah. tutup pentil gak ada dll. Dengan alasan pasal sekian-pasal sekian, yang gak jelas kebenarannya.. saya yakin kurang dari 30% mereka di lapangan yang hapal dan mengerti betul pasal2nya.

  5. POLANTAS DI PALEMBANG DITU JUGA TUH,
    MEREKA MINTA DENDA TILANG SEBESAR 300.000,-
    MOGA-MOGA AJA HIDUPNYA GAK DIANUGERAHIN KEBERKAHAN, ALIAS MISKIN SAMPE MATRI. AAAMIIIN

  6. Kl Anda memang patuh hukum, Anda tertib dlm berlalu lintas kenapa harus takut ditilang. Anda ditilang karena Anda memang salah. Pernahkah Anda membayangkan disaat masyarakat menikmati hari liburan mereka seperti lebaran, natal ataupun tahun baru. Anda bisa menikmati liburan Anda, tapi POLISI? Mereka harus bekerja siang malam untuk mengatur lalu lintas bahkan mengamankan tempat-tempat vital. Coba Anda bayangkan juga, bila POLISI ada libur bersama sehari saja… Pasti keesokan harinya Anda dapat melihat acara kriminal seperti PA…LI, B..ER, SE…P, dll selama mungkin hampir berjam-jam, karena kejahatan terjadi hampir dimana-mana mungkin jg angka kecelakaan meningkat. Terima Kasih…

    • Betul saudara, kita masih dan akan selalu butuh eksistensi lembaga ini. Memang saya juga percaya, sebagaimana pembelaan kawan2 dikepolisian seperti yang kami kutip dari situs polri.go.id. http://www.polri.go.id/index.php?op=bukutamu&pagenow=9&bln=04&thn_val=2009. bahwa ada salahsatu dari sedikit tanggapan yang diberikan bahwa “jangan menyalahkan polisi sebab itu ulah oknum saja” namun cobalah Anda cermati :
      Pertama :
      Saya masih mau percaya bahwa itu hanya ulah oknum saja, namun yang menjadi pertanyaan adalah; jika itu oknum berarti hanya sebagaian kecil saja polantas yang bermental seperti ini. namun bagaimana kemudian hal ini disebut hanya ulah beberapa oknum saja, yang ternyata hampir diseluruh belahan nusantara ini mental polantas justru sebagian besarnya begini. Saya jadi bertanya mungkin, apakah sistem yang ada ditubuh kepolisian kita yang salah? bekal pendidikan dan pelatihankah yang kurang? atau mungkin polri dalam rekruitmennya hanya mencari bakat2 yang sama, mengingat tingkat sulitnya mengikuti seleksi pendidikan polisi (bahkan sudah menjadi rahasia umum harus menyiapkan sejumlah uang dalam jumlah yang banyak untuk meluluskan rankgaian test)? Mungkin anda belum mengalami, dan jika benar maka sungguh anda orang sangat beruntung.
      kedua :
      jika anda berhasil membuka link situs diatas tadi, dan jika contentnya belum dihapus, anda akan temukan bahwa begitu banyaknya komentar miring tentang polri pada umumnya. namun coba anda cermati ada berapa tanggapan yang diberikan admin? terakhir yang saya buka itu cuma ada 3 tanggapan saja. Artinya? sungguh suatu nilai yang abu2. kenapa? sebagai institusi yang banyak menerima kritik miring bahkan mungkin menghina saya menjempoli bahwa Polri begitu sangat terbuka atas kritikan dengan dibukanya kolom bukutamu disitus terebut, tapi sayangnya sebanyak apa kita mengkritisi mereka maka sebanyak itu pula kitikan kita dicuekin. haha.. padahal itu situs resmi polri lho.. kasian masyarakat.. udah capek2 bicara gak dipedulikan. ampun pemerintah.. kata mbah surip.
      ketiga : Anda punya SIM? anda tau berapa ongkos bikin SIM? sedikit pengalaman manis saya sekitar 4thn lalu (smoga beberapa tahun kedepan hal ini tidak akan kita jumpai lagi. ceritanya dari pagi sekitar jam 9 saya sudah nongkrong di kantor polisi untuk permohonan penerbitan SIM, sekitar jam 11 baru bisa mulai prosesinya. bukan karena antrian yang banyak, tapi petugasnya belum ada. Terus saya mulai dari kesehatan, ujian tulisan, ujian lapangan diterik matahari dan ternyata hampir jam 1 siang belum selesai. kenapa lagi? saya masih harus beradu argument dengan sang komandan karena keberatan saya bayar SIM sejumlah Rp.250rb waktu itu (konon sekarang sudah naik lagi). Alasan apapula yang bisa membuat saya keberatan dengan hal ini? Betapa tidak!! waktu masuk ke ruang kasir didepan kasir tertulis jelas bahwa pembayaran SIM ini hanya berharga Rp. 75rb saja untuk disetorkan ke BRI, terus ada lagi famlet di dinding ruangan itu bahwa masyarakat diminta waspada akan praktek pungli dalam pengurusan SIM. semula saya memang sudah mengetahui soal ini (Rp. 75rb / SIM) makanya saya bersedia ikut segala prosesinya dari ujian2 sampe praktek lapangan. sehingga wajarlah jika saya bermimpi jika nanti saya bayar sejumlah 75rb itu, karena peserta2 yang lain kebanyakan saya liat langsung menyerahkan sejumlah uang Rp.250rb bahkan ada juga yang melebihkan sampai Rp.300rb(baik sekali yah) dan mereka pulang menunggu terbitnya SIM mereka seminggu kemudian, artinya prosesi mereka simple; datang > antar uang > pulang > selesai. dan saya yang sudah berlama-2 menjalani prosedur kenapa sayapun diminta bayar Rp.250rb? pun harus menunggu SIM terbit seminggu kemudian. Dan yang aneh bin pengecutnya petugas2 ini saya pun hanya akan diberikan kwitansi pembayaran Rp.75rb saja? lho?? sisanya kok gak ada tanda terimanya pak?? padahal saya sudah pasrah untuk ikuti 250rb itu asalkan kwitansi yang saya terima syah dan sesuai jumlah yang saya bayarkan. tapi lagi2 saya coba di bodohi dan diperdayakan sehingga diajaklah saya masuk ke ruang komandannya. dan terjadi adu argumen disana. pak komandan itu bilang kalo 75rb itu belum termasuk logistiknya, sebab bahan plastik dll itu mereka sendiri yang beli nah biayanya di ambil dari 250rb itu. intinya pertemuan itu cukup membuat saya sakit hati. namun syukurlah akhirnya saya tetap bayar 250rb juga.. hahaha.. kenapa? hasil ujian saya tidak diakui dan saya diwajibkan ujian ulang, tapi kalau mo langsung saja boleh tapi yah bayar 250rb saja. Jika jadi Anda kira2 apa yang akan anda lakukan? Percayalah sampai kiamatpun hasil ujian anda tidak akan pernah lulus.. Dan anda tahu apa yang saya lakukan? yah saya bayar pak 250rb saja, Tapi sumpah pak komandan saya cuma ikhlas 75rb saja untuk negara, selebihnya saya tidak pernah ikhlaskan uang itu jika akan masuk ke kantong, menjadi darah dan daging bapak dan teman2 bapak yang ikut berkomplot dengan Bapak.
      Ok, Mr Man semoga anda akan mengalami apa yang pernah kami alami ini suatu hari nanti. berikut ada oleh2 lagi dari kawan kita yang berani semoga kontennya juga masih eksis.. saya harap anda kunjungi :
      http://namakutephy.com/?p=825
      http://user36.wordpress.com/2008/08/09/pendaftaran-masuk-polisi-2009-mabes-polri-korupsi-cara-korupsi/
      http://forum.detik.com/showthread.php?t=3901

  7. aih aih…
    emang bener apa adanya kok..
    salah gk salah tetep aja prit!!
    “WOI LO PENGENDARA MOTOR!!”
    TUTUP PENTIL BAN LO MANA??
    GK ADA SENE 50RB..
    hahahahahahahha

  8. klo emang km punya nyali,,,
    klo emang km tdk pengecut cuma bisa berkoar2 ngomong sini ngomong stu,,,
    klo ada polisi yang nakal laporkan kepada provos setempat,,,
    catat nama dan pangkatnya,,,,
    jangan jd pngecut…….

    • bener nih?? tapi banyak juga kasus yang cuma jadi tumpukan kertas2 laporan yang kemudian berakhir di tempat sampah. apalagi cuma masalah jalan raya…

  9. yahh…ntar klo kecelakaan ga usah hub.polisi yaa… klo ada barang apa rumahnya kerampokan ato ada yg hilang juga ga usah lapor polisi… cari aja sndiri…seret malingnya sendiri masukin sendiri ke penjara…yaahh..mudah2an bisa jadi manusia tangguh dan gagah perkasa……haha… sinis amat ma polisi mas……santai kalee..

    • iyahh boleh, lagian juga lapor polisi paling juga malah dapet susah apalagi yang bikin kekacauan dijalan malah juga ada anggota polisinya, bikin balapan liar juga ada mereka, malah juga ada “kecelakaan” perempuan juga.
      Mo lapor kerampokan dan kemalingan?? yang sering ngerampok dijalan dengan topeng undang2 lalulintas siapa?, yang ngerampok rakyat lewat PUNGLI dibalik administrasi pengurusan SIM siapa?

      Polisi akan gagah perkasa jika budaya2 premanisme, pungli, dan ke-sewenang2an diganti dengan perilaku yang budiman dan manusiawi. selama budaya2 buruk itu masih menghiasi seragam polisi, selamanya polisi hanya akan jadi pecundang..

  10. Hormati dan hargai polisi karena adanya mereka kita justru merasa aman bukan hanya kejelekan oknum pada umumnya polantas, dengan mengklaim semua polisi demikian..tu namanya fitnah bagi polisi yang tidak melakukan pungli atau menghalalkan segala cara.

    • sepertinya bukan cuma sekedar polantas aja, tapi apapun itu.. ini sudah menjadi citra polri secara umum.. liat aja dimana2 keprcayaan massa untuk polri mulai hilang..
      tapi yang aneh pungli-pungli itu masih merajalela.. setidaknya pungli SIM dll yang langsung menyentuh rakyat kecil..
      Coba kalau POLRI benar2 peduli tentang CITRA, setidaknya itu saja dulu.. BANTAI HABIS PRAKTEK PUNGLI DI SATLANTAS KARENA INI SANGAT BERSENTUHAN LANGSUNG DENGAN RAKYAT BAWAHHHHH…
      SOAL RUTAN MEWAH SAJA BISA OLEH SATGAS MAFIA HUKUM, MASA HAL KECIL DIDEPAN HIDUNG INI TIDAK BISA DIBERANTAS..
      POLRI JADILAH PEMBERANI MEMBERANGUS KETIDAKBERESAN INI.. DAN KAMI AKAN BERDOA, SEMOGA CITRA POLISI TETAP JAYA..

  11. yang wajar wajar aja 🙂

  12. Pungli di POLRI masih merajalela, telah terbit peraturan lalulintas baru, yang mana dalam setiap pelanggaran lalin, negara akan menyantuni polantas 10% atas nilai uang tilang. tapi lihat polantas masih dengan gaya lama. Pungli SIM masih berlangsung bahkan di dalam kantor POLDA sekalipun… perpanjangan SIM. PP Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia tercantum Penerbitan SIM Rp.75.000 PErpanjangan SIM Rp. 60.000.
    Namun lihat apakah institusi sebesar POLRI belum mampu mengadakan Kalkulator yang benar?, karena yakinlah dengan tarif tersebut dalam PP 31/2004 akan berlipat 3 s/d 4 kali tarif yang syah..
    Kemana uang hasil perasan itu mengalir??? hasil perasan polantas terhadap saudara2 kita tukang ojek yang penghasilannya 25.000 perhari untuk menghidupi anak istrinya yang kelaparan dirumah??

    Belum lagi kriminalisasi mereka terhadap orang2 tertentu yang membangkang dari ketidak beresan institusi ini. sebutlah susno yang kini hak asasinya direnggut paksa oleh arogansi polisi…

    huh… kami tak butuh polisi..
    sebaiknya polri dibubarkan sajalah… toh untuk urusan militer juga tentara yang turun, urusan teroris tentara juga lebih handal, urusan lalu lintas juga DLLAJ lebih ngerti hukumnya..
    POLISI…. BUBAR JALAN…

  13. abes Polri with Munir Rinum and 36 others

    INFO MOHON BANTU SHARE

    BERIKUT ADALAH DAFTAR PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) POLRI BERDASARKAN PP NO 50 TAHUN 2010

    I. PENERBITAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM)

    A. PENERBITAN SIM A
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 120.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 80.000

    B. PENERBITAN SIM B I
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 120.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 80.000

    C. PENERBITAN SIM B II
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 120.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 80.000

    D. PENERBITAN SIM C
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 100.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 75.000

    E. PENERBITAN SIM D (KHUSUS PENYANDANG CACAT)
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 50.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 30.000

    F. PEMBUATAN SIM INTERNASIONAL
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 250.000
    2. Perpanjangan : Per Penerbitan : Rp 225.000

    II. PELAYANAN UJIAN KETERAMPILAN MENGEMUDI MELALUI SIMULATOR : Per Ujian :Rp 50.000

    III. PENERBITAN SURAT TANDA NOMOR KENDARAAN (STNK)
    A. Kendaraan bermotor roda 2, roda 3, atau angkutan umum : Per Penerbitan :Rp 50.000
    B. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih : Per Penerbitan :Rp 75.000
    C. Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) : Per Pengesahan/Tahun :Rp 0

    IV. PENERBITAN SURAT TANDA COBA KENDARAAN (STCK) : Per Penerbitan/Per Kendaraan :Rp 25.000

    V. PENERBITAN TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR (TNKB)
    A. Kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 : Per Pasang : Rp 30.000
    B. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih : Per Pasang : Rp 50.000

    VI. PENERBITAN BUKU PEMILIK KENDARAAN BERMOTOR (BPKB)
    A. Kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 80.000
    2. Ganti Kepemilikan : Per Penerbitan : Rp 80.000
    B. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih
    1. Baru : Per Penerbitan : Rp 100.000
    2. Ganti Kepemilikan : Per Penerbitan : Rp 100.000

    VII. PENERBITAN SURAT MUTASI KENDARAAN KE LUAR DAERAH : Per Penerbitan : Rp 75.000

    • Info yang bermanfaat.. Bung…. Sayangnya itu masih juga berupa kalimat di atas kertas.
      Polisi kita terlalu nyaman dengan segala praktek punglinya… Tidak bisa lagi kita setuju itu ulah oknum. Tanyakan,, sejak kapan situasi ini selalu saja begini?… Tanyakan.. Bukankah praktek2 ini tampak terstruktur..?? Sistematik dan masiv…
      Jadi… Masikah kepolisian akan terus sembunyi dengan kemunafikannya dan melempar isu itu hanya karena ulah oknum???
      Oknum kok berjamaah?? Oknum kok dah lama tapi ga di tindak?? Oknum kok malah kompakan atas ke bawah??
      MUNGKINKAH INI ADALAH KEBIJAKAN-KEBIJAKAN KOTOR INSTITUSI KEPOLISIAN DARI ATAS HINGGA BAWAH?
      POLRI TERASA SEPERTI BISNIS WARALABA SEKARANG…. HIHIHI….

      • Gareng Kakang
        Harap Di Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!!

        Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya dan teman-teman pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

        Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
        Sopir (Sop) : Baik Pak…

        P : Mas tau..kesalahannya apa?
        Sop : Gak pak

        P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
        Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

        P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
        Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

        P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
        Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

        P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
        Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

        P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
        Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

        Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
        P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
        Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

        P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
        Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

        Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
        P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
        Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

        P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
        Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

        lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
        P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
        Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

        P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

        Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
        S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

        Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

        Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

        Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

        Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

        SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

        SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: